Yahoo Indonesia Community

Showing posts with label articles. Show all posts
Showing posts with label articles. Show all posts

Monday, March 1, 2010

Awas Aplikasi Palsu di Facebook

Wahai para Facebooker waspadalah pada Fake Application The Sim 3 di facebook, karena jelas itu adalah aplikasi palsu yang secara otomatis akan membanjiri wall anda dengan junk album pic dan comment anda.

Pertama kali gue tahu info nya dari statusnya Mas Afif di facebook.

 
Bahaya/Efek dari Aplikasi Palsu ini:
- Wall kita akan terbanjiri dengan Album Picture The Sim 12xx [automated 4 digit] serta mengajak kita 
   clicking url dari si fake application tsb.
- Juga akan membanjiri Photo teman2 terdekat, otomatis tagging friend


Ini dia yang akan terjadi
pada wall facebook
yang sudah join fake application ini



Percayalah wall anda akan benar2 banjir
sampai end of page...
ini saat pertama kali terjangkit...
kelanjutannya masih belum di ketahui :D






Dan ini lah yang terjadi dari teman si korban fake application tersebut [automated tagging]







Dan tiap Photo yang di tag akan ada komentar dari si korban [automated comment]


Anda bisa secara manual me-remove tag nama anda.











Blocking Aplikasi Palsu ini:
Ada cara nya bagi yang sudah terlanjur tergugah oleh bujukan Fake Aplikasi ini... ahaha bujukan, yups karena comment nya itu membujuk dengan kata-kata "it works".

Cara blocking nya:
- Click menu Account di pojok kanan atas Facebook page lalu pilih Application Settings












- Maka Anda akan masuk Application Settings, pilih edit settings dari aplikasi yg dimaksud lalu
1. Klik [x] tanda silang untuk remove
2. Akan muncul pop up window klik remove untuk menghilangkan aplikasi spam ini.







Demikian kira-kira sepengetahuan Sy mudah-mudahan berguna, jika cara diatas tidak mempan atau kurang lengkap sy mohon maaf deh... hehehe... namanya juga wong sok you know.... ahahahaha

Regards,
-Soe-

Source Copas : Di Sini

Friday, February 12, 2010

Pidgin Facebook Chat

Pidgin Chat client, with the newest plugin memungkinkan kita untuk melakukan facebook chat tanpa harus login ke web facebook terlebih dahulu. Cukup menginstall plugin ini Anda selain bisa facebook chat juga bisa update status facebook juga.

Dengan cara ini according to my own opinion sangat hemat bagi para pengguna internet dengan hape sebagai modem menggunakan quota based untuk biayanya.

Saat ini Gue sudah coba dan berjalan dengan lancar-lancar saja.



Ingin melakukan Facebook chat menggunakan plugin ini? berikut ini langkah-langkahnya:
- Install Pidgin Chat Client 2.6.5 terlebih dahulu,
  download di sini [plugin tidak support pidgin portable version]
- Download dan install Pidgin 2.6.5
- Download Pidgin Facebook Chat Plugin 1.64 di sini
- Lalu setelah install plugin jalankan Pidgin nya
- Manage Account lalu pilih Add, pilih tipe account yang diinginkan untuk  
   facebook user pilih facebook.
Isi username dan password lalu add dan andapun sudah bisa memulai chat. 
Just for additional information Pidgin Facebook chat plugin was created by Eion Robb in May 2008 and has had major code additions by Casey Ho and Mark Doliner who joined the project at the end of 2008. 

So... gak begitu baru juga rupanya, hanya saja gue yang baru nemu plugin ini ahahahaha...... Oke lah kalau begitu jangan banyak cincong lagi cepet di gunakan ya? tapi ingat jangan sampai jatuh ketangan manusia berwatak jahat.... Waspadalah!!! Waspadalah!!!! [soe]

Tuesday, January 26, 2010

Tentang Gembok yang tidak aman

Di bawah ini adalah tulisan rony lantip, aslinya ada di FB, saya salin seijin beliau bagi yang tidak punya account Facebook nya

Alkisah sebuah hikayat, sebuah negri dalam alur perjalanan dunia niaganya, entah karena dibuat sedemikian rupa atau karena faktor tidak sengaja, semua produk menggunakan tipe gembok yang sama.
Tidak ada yang merasa terganggu dengan hal ini. Gembok pintu, gembok almari, gembok brankas, gembok pagar, semua tipenya sama. Tipe F. Gembok yang kuncinya berupa alur-alur yang tertata rapi, dengan sedikit variasi lekukan di tiap kunci.
Lalu terjadilah, sebuah kota kemalingan. Kunci pagar, kunci rumah, kunci almari, kunci brankas, semua terbuka tanpa ada yang tahu siapa yang membukanya. Barang-barang hilang dalam hitungan jam. Gemparlah penduduk negeri itu. Rasa was-was melanda semua orang, kapan tiba waktunya, gembok mereka yang akan dibobol.
Polisi selalu mencari melalui kedekatan orang dalam, mengingat gembok itu tidak rusak. Ini prosedur standar, sudah sewajarnya. Kecurigaan muncul di antara sesama, adakah yang menduplikat kunci tanpa mereka sadari?

Terkuaknya Kelemahan sang Gembok

Di sebuah media, akhirnya muncullah seorang tokoh yang selama ini kurang begitu dikenal publik. Dia ahli kunci dan gembok, juga metode pengamanan rumah. Dia tampil ke muka menyampaikan kelemahan-kelemahan gembok.
Ternyatalah bahwa gembok Tipe F adalah gembok yang sangat mudah untuk dibobol. Dia perlihatkan kepada khalayak bagaimana caranya gembok tipe F dibobol tanpa harus terlebih dulu mencuri kunci aslinya lalu menduplikatnya.
Tak lama kemudian, seorang yang kita sebut namanya saja sebagai sipandir, yang selama ini dikenal dekat dengan dunia gosip ibu-ibu, menebar kabar ke para kuli tinta. “Orang itu telah melanggar etika. Dia mengajari orang untuk membobol gembok”, demikian ungkapan kabar yang disebarnya.
Gelisah lagilah penduduk negeri. Ngeri jika rumahnya, barang kekayaannya, habis ludes dibawa pergi oleh maling-maling baru. Tetapi, nanti dulu.
Memangnya penduduk negeri ini isinya maling melulu? Ah tampaknya para penduduk negeri ini tidak paham maksud sipandir. Sipandir tak lebih hanya menunjukkan kepongahan dan kebangsawanannya (ya, dia masih bangsawan, sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Sipandir memandang rendah semua penduduk negeri ini, menganggap bahwa semua penduduk ini berpotensi mencuri. Ini penghinaan.

Produsen pintulah yang harus bertanggungjawab

Wahai penduduk negeri antah berantah, ketahuilah. Bahwasanya bukan kesalahan kalian ketika mendapatkan gembok tipe F pada semua produk yang kalian pakai. Sama sekali bukan.
Selayaknya kalian bersyukur bahwasanya ada orang yang menunjukkan kesalahan gembok itu, memperagakan betapa mudahnya (ya, betapa mudahnya!) pembobolan gembok itu. Tanpa peragaan itu, tentunya kalian masih menganggap bahwa itu adalah ilmu tingkat tinggi. Kadigdayaan dug deng tanpa tanding. Yang kemudian kalian hanya bisa pasrah bila sewaktu-waktu tiba saatnya pintu-pintu kalian yang terbuka, harta-harta kalian habis ludes.
Si ahli gembok dan kunci serta pengamanan rumah itu telah menunjukkan, ada yang salah pada produsen pintu-pintu. Tuntutlah mereka. Minta mereka mengganti gembok dan kunci dengan yang lebih baik.
Bukankah kalian sudah menyerahkan kepercayaan kalian kepada para produsen pintu itu? Bukankah kalian sudah menandatangani nota kesepakatan penyerahan kepercayaan itu?
Janganlah kalian tertipu lagi oleh Sipandir (yang katanya bangsawan karena sepertinya sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Menjadi cerdaslah kalian. Kejadian ini adalah bukti bahwa sipandir hanyalah orang bodoh yang sombong dan menganggap kalian rendah tak lebih dari sekumpulan pencuri.
Demikian ki sanak, aku sampaikan kepada kalian, baik penghuni negeri antah berantah itu, maupun kalian yang beruntung berada di luar negeri tersebut.

ryosaeba writes:
*nb: silakan tag atau forward tulisan ini ke orang-orang yang menurut Anda layak untuk diberi pencerahan. eh.. sekiranya tulisan ini mencerahkan menurut anda :) *

sumber dari blog nya om eko juniarto

Tuesday, August 4, 2009

[Artikel] Alm. Mbah Surip

KOMPAS.com — Sejak bulan Mei 2009, lagu "Tak Gendong" seperti menerobos dalam hamparan lagu mendayu-dayu yang umumnya dikumandangkan para anak band. Selain terdengar dalam ring back tone (RBT) ponsel, Mbah Surip—pencipta dan penyanyi lagu itu—hampir setiap hari muncul di televisi. Ia tidak lagi bebas "menggelandang", tetapi diatur jadwal promo dan show yang ketat. Bisa?

Saat tampil dalam siaran langsung Kamera Ria, Selasa (7/7) di TVRI Jakarta, misalnya, di antara para tentara dan pengisi acara lain, Mbah Surip menjadi idola baru. Di balik panggung, semua orang mengajaknya berfoto dan bahkan ingin mengobrol, tak terkecuali pelawak Tarzan dan Marwoto. Terserah mau berfoto atau ngobrol gara-gara "Tak Gendong" atau merasa heran melihat penampilan Mbah Surip yang "ganjil" dan suka ha-ha-ha itu.

"Mbah sekarang ini tinggal di mana?" tanya Tarzan.

"Ya, masih di Indonesia, ha-ha-ha...," jawab Mbah Surip sambil terkekeh. Tarzan, yang biasanya tangkas bertukar dialog saat melawak, kali ini seperti mati angin. Ia cuma nyengir sembari menggaruk-garuk kepala.

Lelaki bernama asli Urip Ariyanto ini selalu tampil di depan publik dengan gaya "kebesarannya", rambut gimbal serta topi, baju, dan celana berwarna bendera Jamaika. Gaya "rastafarian" ini memang mengacu pada gaya pemusik reggae Bob Marley. Banyak yang menafsir, ia pengikut Bob Marley yang mencintai kebebasan berekspresi. Tetapi, Mbah Surip menyangkal. "Saya malah tidak tahu kalau musik yang saya mainkan itu namanya reggae, ha-ha-ha," tuturnya.

Asal tahu, menurut pengakuan Mbah Surip, sejak dulu sampai sekarang, ia sedang belajar salah. "Kalau belajar benar itu sudah biasa, saya sedang belajar salah...." Maka itu, sangat tidak mungkin mengejar kata "belajar salah" pada Mbah Surip. Lelaki yang dulu menggelandang dalam arti sesungguhnya, antara Bulungan, Jakarta Selatan; Taman Ismail Marzuki (TIM); dan Pasar Seni Ancol, ini ibarat pasir pantai. Kalau kita menggalinya lebih dalam, tak lama kemudian air laut menutupinya.

Begini, misalnya. Dalam banyak kesempatan, Mbah Surip bercerita, ia pernah kuliah di Jurusan Kimia Universitas Petra, Surabaya. Dan, karena itu kemudian, katanya, ia bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filipina, dan Singapura. Bahkan, saat ke Jakarta tahun 1975 untuk ujian bekerja di pengeboran itu, ia juga sempat menonton konser Deep Purple.

"Apa di Petra itu ada jurusan Kimia?"

"Eh ndak, di Geologi kok, ha-ha-ha," jawab Mbah Surip tertawa ringan. Saat berada di Amerika sekitar tahun 1986 itulah konon ia menciptakan lagu "Tak Gendong". "Saya ada di bawah jembatan itu," ujar Mbah Surip. Ia bermaksud mengatakan jembatan Golden Gate, San Francisco, yang terkenal itu. Mungkin? Bisa jadilah.... Tetapi, dengan "Tak Gendong", ia ingin mengatakan bahwa hakikatnya manusia itu selalu hidup bersama. "Together...," kata si Mbah.

Kepada media, Mbah Surip juga selalu mengatakan, ia lulusan master Filsafat, tetapi bergelar MBA dari sebuah universitas. He-he, sekali lagi tak pernah jelas universitas mana yang memberi gelar master Filsafat dengan master of business administration alias MBA itu.

Soal rambut gimbal itu, ia memiliki cerita beberapa versi. Versi pertama, ia sebutkan bahwa rambut itu dibuat dengan cara memilin dan memanaskannya pada pelat seng di atas kompor minyak tanah. Versi kedua, tahun 1998 saat ia shooting televisi untuk album perdananya, Ijo Royo-royo, para seniman Ancol mendandaninya supaya tampil beda. Rambutnya disiram cat lalu dipilin dan diikat dengan benang. Sampai kini memang rambutnya masih diikat benang wol.

Farid Wahyu DP, asisten yang selalu mengantar Mbah Surip ke berbagai acara, bercerita, rambut "Simbah" selalu dicuci tiga hari sekali, "Dengan sampo kucing." Itu cerita "ganjil" yang lain lagi... ha-ha-ha.

Meragukan

Baik. Taruh kata, banyak orang meragukan kebenaran cerita-cerita tadi lantaran selalu berubah setiap diceritakan ulang oleh Mbah Surip. Tetapi, bahwa kini ia berhasil menyita perhatian industri hiburan kita, tentu itu hal yang tak bisa disangkal.

Menurut Farid, sejak bulan Mei 2009, hari-hari Mbah Surip beredar dari panggung pertunjukan sampai televisi. Sabtu, misalnya, pagi hari Mbah Surip mengisi acara di stasiun ANTV dan siang hari terbang ke Bali untuk show di sebuah kafe. Hari ini, Minggu, ia menyanyi di panggung Depsos di Monas, Jakarta, lalu siang ke Kebun Buah Mekar Sari, "Malamnya ada lagi, saya lupa...," kata Farid. Hari mondar-mandir di Jakarta itu dijalani Mbah Surip bersama Farid dengan sepeda motor.

Kehidupan yang ketat dengan jadwal ini sekilas tampak bertolak belakang dengan kebiasaan Mbah Surip nongkrong di Bulungan atau Ancol sembari meneguk bergelas-gelas kopi hitam. "Ndak ada bedanya. Saya biasa saja, ngalir, ini profesional...," ujar Mbah Surip. Sesaat kemudian ia memanjangkan tubuhnya dan leyeh-leyeh di lantai lobi Auditorium TVRI Jakarta. "Sik yo aku lue...." Maksudnya lapar.

Ayah empat anak dan kakek empat cucu yang lahir di "Jerman" alias Jejer Kauman, Magersari, Mojokerto, Jawa Timur, ini mungkin selalu menjadi anomali di sekitar lingkungan "gaulnya". Selama bertahun-tahun, Mbah Surip beredar di Warung Apresiasi (Wapress) Bulungan, TIM, dan Pasar Seni Ancol sebagai orang "merdeka". Hidupnya suka-suka. "Siapa yang dekat dengannya, dialah yang menghidupi," tutur Beni, seorang wartawan dan seniman yang pernah dekat dengan Mbah Surip.

Sembari bergelandangan, di antaranya pernah jalan kaki dari Bulungan ke Ancol sembari memanggul gitar, Mbah Surip menciptakan lagu-lagu. "Ada 200-an sudah...," katanya. Sejak 1998, katanya, ia sudah melahirkan tujuh album, yaitu Ijo Royo-royo, Siti Maelan, Indonesia Satu, Bonek, Barang Baru, Bangun Tidur, dan Tak Gendong. "Saya jualnya di depan toilet Ancol dan Blok M," tutur Mbah Surip.

Apa pun katanya, Mbah Surip kini menjadi buah bibir lantaran lagu "Tak Gendong" bisa terdengar saat Anda menelepon seseorang.... Tak gendong ke mana-mana.... "I love you full," selalu katanya kepada setiap orang. Mantep to.

 



Sumber : Kompas Cetak

Saturday, July 18, 2009

I Miss My Dad


Seorang sahabat tagging me on his notes in facebook
here are the notes:

To all daddy in the world... we love u

Rapat Direksi baru saja berakhir. Josse mulai bangkit berdiri dan menyenggol
meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan-catatannya.

"Waduhhh,memalukan sekali aku ini, diusia tua kok tambah ngaco.."

Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai
menceritakan Saat-saat yang paling menyakitkan dimasa lalu dulu.

Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah
lain-lainnya.

"Ayolah Frank, sekarang giliranmu. Cerita dong, apa saat yang paling tak
enak bagimu dulu." Frank tertawa, mulailah ia berkisah masa kecilnya.

"Aku besar di Cilacap. Ayahku seorang nelayan, dan ia cinta amat pada
lautan. Ia punya kapalnya sendiri, meski berat sekali mencari mata
pencaharian di laut. Ia kerja keras sekali dan akan tetap tinggal di laut
sampai ia menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga. Bukan cuma
cukup buat keluarga kami sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibunya dan
saudara-saudara lainnya yang masih di rumah."

Ia menatap kami dan berkata, "Ahhh, seandainya kalian sempat bertemu ayahku.
Ia sosoknya besar, orangnya kuat dari menarik jala dan memerangi lautan demi
mencari ikan. Asal kau dekat saja padanya, wuih, bau dia sudah mirip kayak lautan. Ia gemar memakai mantel cuaca-buruk tuanya yang terbuat dari kanvas dan pakaian kerja dengan kain penutup dadanya. Topi penahan hujannya sering
ia tarik turun menutupi alisnya. Tak perduli berapapun ibuku mencucinya,
tetap akan tercium bau lautan dan amisnya ikan."

Suara Frank mulai merendah sedikit.

"Kalau cuaca buruk, ia akan antar aku ke sekolah. Ia punya mobil truk tua
yang dipakainya dalam usaha perikanan ini. Truk itu bahkan lebih tua umurnya
daripada ayahku. Bunyinya meraung dan berdentangan sepanjang perjalanan.
Sejak beberapa blok jauhnya kau sudah bisa mendengarnya. Saat ayah bawa truk
menuju sekolah, aku merasa menciut ke dalam tempat duduk, berharap semoga
bisa menghilang. Hampir separuh perjalanan, ayah sering mengerem mendadak
dan lalu truk tua ini akan menyemburkan suatu kepulan awan asap. Ia akan
selalu berhenti di depan sekali, dan kelihatannya setiap orang akan berdiri
mengelilingi dan menonton. Lalu ayah akan menyandarkan diri ke depan, dan memberiku sebuah ciuman besar pada pipiku dan memujiku sebagai anak yang baik. Aku merasa agak malu, begitu risih. Maklumlah, aku sebagai anak umur dua-belas, dan ayahku menyandarkan diri kedepan dan menciumi aku selamat tinggal!"

Ia berhenti sejenak lalu meneruskan, "Aku ingat hari ketika kuputuskan aku
sebenarnya terlalu tua untuk suatu kecupan selamat tinggal. Waktu kami
sampai kesekolah dan berhenti, seperti biasanya ayah sudah tersenyum lebar.
Ia mulai memiringkan badannya kearahku, tetapi aku mengangkat tangan dan berkata, 'Jangan, ayah.' Itu pertama kali aku berkata begitu padanya, dan wajah ayah tampaknya begitu terheran.

Aku bilang, 'Ayah, aku sudah terlalu tua untuk ciuman selamat tinggal.

Sebetulnya sudah terlalu tua bagi segala macam kecupan.'

Ayahku memandangiku untuk saat yang lama sekali, dan matanya mulai basah.

Belum pernah kulihat dia menangis sebelumnya. Ia memutar kepalanya,
pandangannya menerawang menembus kaca depan. 'Kau benar,' katanya.

'Kau sudah jadi pemuda besar......seorang pria. Aku tak akan menciumimu
lagi.'"

Wajah Frank berubah jadi aneh, dan air mata mulai memenuhi kedua matanya,
ketika ia melanjutkan kisahnya. "Tidak lama setelah itu, ayah pergi melaut
dan tidak pernah kembali lagi. Itu terjadi pada suatu hari, ketika sebagian
besar armada kapal nelayan merapat dipelabuhan, tapi kapal ayah tidak.Ia punya keluarga besar yang harus diberi makan.

Kapalnya ditemukan terapung dengan jala yang separuh terangkat dan
separuhnya lagi masih ada dilaut. Pastilah ayah tertimpa badai dan ia mencoba
menyelamatkan jala dan semua pengapung-pengapungnya."

Aku mengawasi Frank dan melihat air mata mengalir menuruni pipinya.

Frank menyambung lagi, "Kawan-kawan, kalian tak bisa bayangkan apa yang akan
kukorbankan sekedar untuk mendapatkan lagi sebuah ciuman pada
pipiku....untuk merasakan wajah tuanya yang kasar......untuk mencium bau air
laut dan samudra padanya.....untuk merasakan tangan dan lengannya merangkul
leherku. Ahh, sekiranya saja aku jadi pria dewasa saat itu. Kalau aku
seorang pria dewasa, aku pastilah tidak akan pernah memberi tahu ayahku
bahwa aku terlalu tua 'tuk sebuah ciuman selamat tinggal."

source: john kimand notes on facebook
kamsahabnida hyeong nim...

Plain Jokes

*Lagu Kuburan Versi Hacker [*]
LUPA! lupa lupa lupa, lupa lagi syntaxnya
LUPA! lupa lupa lupa, lupa lagi syntaxnya
INGAT! ingat ingat ingat, cuma ingat Algonya
INGAT! aku ingat ingat, cuma ingat Algonya

[**]
C: \registry, \Services, ke blok,
ke C: lagi, \registry, C panel, ke blok,
ke C: lagi, \registry, C panel, ke blok,
ke C: lagi,

Back to[*] [**]
C: sialan, keDeepfreeze, ke D:,
ke C: lagi, sialan, keDeepFreeze, mampus,
ke C: lagi, \registry, C panel, ke blok,
ke C: lagi, \services, kill AV, ke blok,
ke C: lagi, \registry, Kill AV, ke blok,
SYNTAX ERROR!!

* *

*Kirim Gambar Lewat Email*

Ada dua orang sahabat yang lagi nongkrong di depan komputer. Rupanya
lagi main email-emailan sama temennya di seberang sana.
Ternyata ada kiriman gambar lucu dari temennya yang lain, dia pun
berpikir, "Bagus juga nih gambar, mau kukirim ke teman yang lain juga
ahhhh ....", Mulailah dia klik forward dan menulis alamat email yang dituju.
Pertama forward ke si Ami, kemudian klik send, terkirimlam sudah.
Kemudian forward ke si Budi, klik send ....
Kemudian forward ke si Sasaki dan ... si, si, si yang lain, begitu
seterusnya.
Sampai akhirnya temen yang di sampingnya heran dan bertanya, "Kenapa
kamu nggak forward ke semua dan sekali send saja"
"Lho... temenku kan nggak di satu daerah, si Ami di Batam, si Budi di
Jakarta, si Sasaki di Jepang ... bagaimana bisa sama-sama ngirimnya?!
Entar komputernya bingung lagi!"
?$%^&*()(^%

* *

*Kelahiran Anak Berawal dari Chatting*

Seorang anak bertanya kepada bapaknya,
?Papa.. cerita dong, tentang kelahiranku..?
?Hmm, anakku.. memang, sudah saatnya kamu tahu.. lima tahun lalu, papa
dan mamamu pertama kali bertemu di sebuah CHAT ROOM YAHOO. Via E-MAIL,
kami janjian kopdar (kopi darat) di sebuah CYBER-CAFE. Kami memesan
tempat khusus. Mama setuju untuk men-DOWNLOAD dari HARDISK papa. Segera
papa bersiap meng-UPLOAD.
Ternyata tak satupun dari kami memakai FIREWALL, dan sudah telat untuk
memencet tombol DELETE. Akhirnya sembilan bulan kemudian muncul POP-UP
kecil berisi pesan: YOU'VE GOT MALE...?

* *

*Sifat Cowok Dilihat Dari Caranya Mengirimkan Email*

COWOK PEMALU,
Menekan tombol send sambil menggunakan palu.

COWOK PEMALAS,
Mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar
di forwardkan

COWOK SUPER PEMALAS SEKALI,
Setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send

COWOK IRIT,
Kirim email hanya ketika ada ... (kalimatnya dipotong, biar irit)

COWOK PENGERTIAN,
Selalu mengerti isi email yang dikirimkan padanya, bahkan sebelum
dibuka. dan akan mengerti bahwa si penerima telah mengerti bahwa dia
ingin membalas setelah menerima email tersebut namun khawatir jika ada
salah pengertian. jadi dia mengerti jika kawannya sudah pasti mengerti
kenapa email tadi tidak dibalas.

COWOK PLAYBOY,
Punya banyak account email dan tidak pernah dibuka bersamaan (biar tidak
cemburu).

COWOK PRO POLIGAMI,
Punya banyak account email, dan dibuka bergantian secara adil, bahkan
seringkali mengirimkan email yang sama dari seluruh accountnya, biar adil.

COWOK HOBY SELINGKUH,
sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain

COWOK PELUPA,
Buka satu account email, terus passwordnya di lupakan, buka account lagi
passwordnya dilupakan lagi. begitu seterusnya.

COWOK (Obsesi) BEKEN,
Tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.

COWOK AKTIFIS,
Senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk
membantu menekankan tombol send pengunjung lainnya.

COWOK TIDAK SOPAN,
Setelah surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik
kiri mousenya, trus minta tolong ke cowok aktifis untuk menekan tombol
sendnya

*) dari milist Guyon

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Chatter News

TMC PoldaMetro

 
Home | About | Link | Link
Simple Proff Blogger Template Created By Herro | Inspiring By Busy Bee Woo Themes